Selasa, 02 Desember 2008

Cara, Pengertian, Waktu Pengambilan Contoh Tanah

Dalam kesempatan ini saya akan menulis teori praktis bagi calon-calon surveyor, semoga dapat bermanfaat.
Pengambilan dan persiapan contoh tanaman dan tanah adalah merupakan tahap kegiatan yang amat penting dalam keseluruhan kegiatan analisis. Kesalahan yang dilakukan dalam tahap ini umumnya berkisar 87,8 % dari kesalahan total analisis. Oleh karena itu, kekeliruan dalam pengambilan contoh tanaman dan tanah membuat fatal pekerjaan analisa, dan data yang dihasilkan tidak ada artinya. Ketepatan dan ketelitian metode analisa yang terbaik sekalipun, tidak ada artinya, bila pengambilan dan persiapan contoh tanaman dan tanah tidak mengikuti prosedur yang benar.
Ada beberapa macam cara pengambilan contoh tanah, misalnya "Sample random sampling", "Stratified random sampling","Systematic sampling" (random, grid, zigzag sampling) dan "composite sampling". Masing-masing mempunyai kelebihan dan kelemahan. Namun yang penting dalam memilih cara pengambilan contoh tanah adalah contoh yang diambil mewakili secara akurat suatu areal, dan biaya pengambilan contoh serendah mungkin. Untuk keperluan pendugaan tingkat kesuburan tanah, cara pengambilan komposit ("composite sampling") dianggap cukup baik dan umum dilakukan.

Pengertian Contoh Tanah Komposit

Contoh tanah komposit adalah campuran dari contoh-contoh individu yang diambil dari kedalaman lapisan olah (0-20 cm), dengan cara-cara tertentu untuk dianalisa sebagai contoh campuran. Pengambilan contoh tanah komposit bertujuan untuk memperkecil keragaman dari areal yang mewakili. Hasil analisis contoh tanah komposit merupakan rata-rata dari angka-angka analisa bila contoh-contoh tanah individu yang menyusunnya dianalisa secara terpisah, sehingga dapat digunakan sebagai penduga nilai rata-rata tingkat kesuburan areal yang bersangkutan.

Waktu Pengambilan Contoh Tanah

Saat yang terbaik untuk analisa contoh tanah setelah panen, terutama ketika tanah masih lembab. Analisa tanah perlu dilakukan setiap periode tertentu agar perubahan kesuburan tanah dimonitor. Umumnya dilakukan setiap tiga tahun, paling lama 5 tahun. Untuk menetapkan kebutuhan kapur atau takaran pupuk, pengambilan contoh tanah hendaknya dilakukan 1 bulan sebelum tanam. Hal ini untuk memberi waktu dalam menyelesaikan analisa tanah.

Tidak ada komentar: